Efek Samping Cuci Darah Bagi Kesehatan

Efek Samping Cuci Darah Bagi Kesehatan,- Penderita gagal ginjal memang sangat diharuskan untuk melakukan cuci darah untuk memperpanjang kualitas hidup mereka. Dalam melakukan cuci darah, ada dua metode yang bisa dipilih oleh pasien, yaitu hemodialisis atau peritoneal dialisis.

  • Hemodialisis

Hemodiasisis adalah jenis cuci darah yang paling umum, proses cuci darah menggunakan metode hemodialisis ini menggunakan ginjal buatan yang dikenal sebagai hemodilyzer, untuk menghilangkan limbah dan dan bahan kimia dalam darah. Agar darah dapat mengalir ke ginjal buatan, dokter membuat akses vaskular atau titik masuk ke dalam pembuluh darah. Proses ini biasanya menghabiskan waktu empat jam dan hanya bisa dilakukan di rumah sakit.

  • Dialisis Paritoneal

Metode ini tidak memakai mesin seperti metode hemodialisis. Peritoneal dialisis ini melibatkan operasi untuk memasukan kateter ke dalam daerah perut. Peritonium memiliki ribuan pembuluh kecil yang bisa berfungsi selayaknya ginjal. Pasien akan mendapatkan sayatan kecil di dekat pusar untuk jalan masuk kateter, fungsinya untuk memasukan cairan dialisat, cairan yang mengandung gula tinggi untuk menarik zat sampah dan kelebihan cairan dari pembuluh darah sekitar, ke dalam rongga perut. Proses dialisis paritoneal ini bisa dilakukan dirumah kapan saja.

Efek Samping Cuci Darah Bagi Kesehatan

Efek Samping Cuci Darah Bagi KesehatanKedua metode dialisis tersebut memang sangat diperlukan bagi pasien penderita gagal ginjal, Anda hanya tinggal memilih metode mana yang baik untuk Anda lakukan. Namun, walaupun cuci darah tidak tidak menyebabkan pasien yang menjalaninya merasa sakit atau tidak nyaman. Namun ada kalanya akan menimbulkan beberapa efek samping yang dapat merugikan kesehatan pasien, seperti :

  • Kelelahan
    Kelelahan adalah efek samping yang paling umum dirasakan pada pada pasien yang menggunakan salah satu bentuk dialisis secara jangka panjang. Kelelahan diduga disebabkan oleh kombinasi dari :
    1. Hilangnya fungsi ginjal yang normal
    2. Efek dialisis dapat memiliki pada tubuh
    3. Pantangan berhubungan dengan dialisis
  • Tekanan Darah Rendah
    Tekanan darah rendah atau hipotensi adalah salah satu efek samping yang paling umum dari hemodialisis, karena disebabkan oleh penurunanan tingkat cairan selama cuci darah. Gejala yang ditimbulkan mungkin hanya mual dan pusing. Untuk meminimalkan gejala yang di timbulkan, disarankan untuk menjaga asupan cairan Anda.
  • Keracunan Darah
    Pasien yang melakukan hemodialisis berada pada peningkatan risiko pengembangan sepsis (keracunan darah). Disinilah bakteri memasuki tubuh dan menyebar melalui darah dan berpotensi menyebabkan kegagalan organ multiple.
  • Hernia
    Hernia merupakan salah satu gejala yang timbul sebagai efek samping dari cuci darah menggunakan metode peritoneal dialysis. Hal ini disebabkan karena adanya cairan yang bertahan sangat lama pada bagian rongga peritoneal dapat memicu terjadinya ketegangan pada bagian otot perut, yang mengakibatkan terjadinya hernia.
  • Keram Otot
    Terkadang pasien mengalami keram otot saat menjalani hemodialisis. Kadang-kadang, ketika cairan diambil dari tubuh pada tingkat yang cepat selama dialisis atau terlalu banyak cairan dihapus, otot bereaksi dengan kram.
  • Gatal pada Kulit
    Pada umumnya, mereka yang menjalani cuci darah akan mengalami kulit gatal. Hal ini diduga disebabkan oleh penumpukan kalium dalam tubuh. Menghindari makanan yang kaya kalium dapat membantu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan gatal. Beberapa orang juga telah menemukan bahwa menggunakan krim pelembab dapat meminimalkan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh gatal.
  • Kenaikan Berat Badan
    Cairan dialysis yang dimasukkan ke dalam tubuh ketika proses cuci darah dengan metode ini, berlangsung dengan memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Hal ini akan berefek langsung terhadap berat badan yang akan naik secara drastis karena tingginya kandungan gula yang masuk ke dalam tubuh pasiennya.

Adapun efek samping lain seperti :

  • Insomnia atau sulit tidur
  • Nyeri sendi
  • Hilangnya libido (gairah seks)
  • Mulut kering
  • Kegelisahan

Selain menyebabkan efek samping pada pasien yang melakukannya, biaya untuk melakukan satu kali cuci darah pun juga tidak sedikit. Apalagi penderita gagal ginjal harus melakukan cuci dara seumur hidup. Sekali cuci darah, memerlukan biaya kurang lebih Rp. 600 ribu. Sedangkan dalam 1 minggu, pasien harus menjalani 1-3 kali sesi cuci darah. Bisa dibayangkan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan dalam 1 bulan. Belum termasuk biaya aneka tes darah dan konsultasi dokter.

Semoga artikel ini bermanfaat, salam sehat.

Posted by : Terapi Gagal Ginjal Tanpa Cuci Darah

Efek Samping Cuci Darah Bagi Kesehatan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s